Ada beberapa respon yang mungkin saja
berpengaruh dalam perkembangan bahasa Ingggris kita. Apakah respon itu
berpengaruh baik dan buruk untuk kita belajar bahasa Inggris. Bisa saja dengan
respon demikian itu membuat kita lebih giat atau malah jatuh dalam belajar
bahasa Inggris. Dalam hal ini saya mengelompokkan respon-respon ini menjadi 5 (lima)
kategori:
- Orang yang menertawai kesalahan bahasa Inggris kita, dan mendiamkan tanpa mau mengoreksinya, ini adalah tipe orang kurangajar.
- Orang yang menertawai kesalahan bahasa Inggris kita, namun mengoreksinya , hanya mengoreksi, ini adalah tipe orang ber-simpati.
- Orang yang tersenyum ramah mengetahui kesalahan bahasa Inggris kita, dan dengan bersuka-cita mengoreksi serta menjelasakannya, dan memotivasi kita untuk lebih semangat lagi dalam belajar bahasa Inggris ini adalah tipe orang yang ber-empati.
- Orang yang tidak bersikap apa-apa, namun ia tahu bahasa Inggris kita salah, ini tipe orang sibuk
- Orang yang tidak punya sedikit pun respon terhadap kesalahan bahasa Inggris kita, karena memang awam dalam bahasa Inggris (dibilang care ga’. Dibilang dingin juga kaga’) ini adalah tipe orang yang belum pernah makan Ice Cream (eh, eh, eskrim itu dimakan apa diminum ga’ sih? Diemut mungkin ya tepatnya? ^,^)
Bagi Anda yang baru belajar bahasa
Inggris, atau sedang menempuh perjalanan dalam mempelajari bahasa Inggris dan
dirasakan tertatih-tatih, jangan bersedih! Bila ada komentar-komentar atau
respon yang tidak enak seperti tadi misalnya. Dalam tulisan “Ekonomi Bahasa
Inggris”-nya Rhenald Kasali, beliau berkata, di Harvard saja anak muda (International
student) yang nilai TOEFL-nya di atas 600, susah juga dimengerti apa sebenarnya
yang mau mereka sampaikan. Dan ternyata bukan hanya beliau saja yang tidak
mengerti. Tetapi Prof. Michael Porter, Guru besar senior di Harvard, menyatakan
hal yang sama. Meski demikian, ‘Haram’ hukumnya sebagai seorang pengajar
mengintimidasi kemampuan bahasa seseorang. Bahkan gesture sekalipun.
Lha bagaimana dengan kita? Ssst,
beberapa bulan yang lalu, saya menonton wawancara dengan anggota boyband Indonesia
di salah satu stasiun TV swasta. Salah satu dari anggota boyband itu adalah
orang Korea. Mereka bertiga. Lihat saja bahasa Inggrisnya, dia mengatakan, “…When I am child…” hehe. Tu yang
anggota boyband asal Korea saja salah. Masak kita yang berkerabat dengan artis
saja ga’, tapi tetap takut. Sepertinya intinya PeDe!
Tentu saja ini bukan hanya kasus dalam
bahasa Inggris. Semua bahasa! Yang pasti, kalau Anda sudah bisa “berkomunikasi"
dengan orang yang berbeda bahasa ibu dengan Anda, Anda sudah bisa dikatakan
“bisa”. Hmmm, apalagi sudah bisa email-emailan menggunakan bahasa resmi dan
akademis dengan orang dari negeri jauh yang berbeda bahasa ibu dengan Anda.
Selamat Anda sudah mumpuni, paling tidak.
Sekarang apakah Anda pernah bertemu
dengan tipe-tipe orang dari kelima kategori diatas? Atau dosen-dosen Anda
mungkin? :)
Selamat belajar bahasa asing ya guyz! Jangan malau-malu untuk salah,
tetapi malulah kalau belum pernah mencoba!
Hmmm, moga sedikit terinspirasi lah!
^,^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar