NTB BANGKIT
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2014

Nasib Dan Nasab


Secara bahasa, saya tidak tahu dua kata tersebut apakah punya hubungan. Setahu saya dua kata tersebut memang berasal dari bahasa Arab. Mungkin ga' ada yang menarik akan apa yang saya tulis dengan judul menggunakan dua kata tersebut. Hanya iseng dan kebetulan teringat dengan kelas vocabulary dulu. Saat itu kelas mengajarkan bagaimana mencari dan mengingat kata dalam bahasa Inggris dengan menghubungkannya dengan bahasa Indonesia yang pelafalannya hampir sama. Misal; kata 'Naked' dengan 'Nekat', 'Candy' dengan 'Candi', 'Fancy' dengan 'Panci', 'Sugar' dengan 'Sukar', dan lain sebagainya. Itulah kenapa muncul kata 'Nasib dengan Nasab' ini. Unik aja!

kenapa kata Nasib dan Nasab, tidak lain ini ada kaitannya dengan apa yang saya rasakan akhir-akhir ini, tentang nasib saya yang...ah begitulah, yang jelas menyedihkan, lumayan.

Jujur, saya sebenarnya masih lebih suka mendiskusikan tentang jodoh daripada bagaimana sebenarnya hakikat nasib. Karena akal saya jauh masih bisa menerima diskusi tentang jodoh, ia masih dalam zona debatable. Walaupun keduanya, jodoh dan nasib sama-sama misterius.

Nasib dan Nasab Bila Dirunut

Bila dirunut, sebenarnya, keduanya mempunyai kesamaan kalau mau dipaksa-paksakan. Tengok, nasib itu garis hidup sedang nasab adalah garis keturunan. Tidak sampai di sana, nasib konon bisa diketahui untuk rentang waktu tertentu, entah itu 1 jam, 1 minggu, bahkan dalam hitungan bulan. Pernah mendengar pernyataan seperti ini dari para ahli, "...nasib perusahaan itu akan gulung tikar dalam hitungan bulan," nah itu! Apakah ini ramalan? Bukan! Inilah apa yang disebut analisa. Ramalan, itu hanya kata yang dipakai paranormal buat mengibuli si dungu. Padahal kalau dicermati kata si paranormal, itu semua hanya analisa semata. Namun, jauh dari itu sejatinya akal dan kehebatan analisa seseorang tak mampu menjangkau 'cara main' dari nasib, bahkan untuk 1 jam kemudian sekali pun.

Kemudian nasab, bermanfaat sekali sekiranya seorang dari sebuah klan keluarga mengetahui muasal garis keturunannya sejauh-jauhnya. Namun, sukar memang untuk mengetahui sampai 7 keturunan muasal dari sebuah garis keturunan. Kecuali jika terdokumentasi dengan baik. Saya sendiri baru tahu muasal nasab hanya sampai ayah-ibunya kakek-nenek saya. Setahu saya bangsa yang baik dalam mendalami ilmu nasab adalah bangsa Arab. Nabi Muhammad bahkan diketahui nasabnya sampai nabi Ibrahim, meski ini masih diperdebatkan kalangan ulama. Yang umum, moyang Nabi Muhammad diketahui sampai Adnan, moyangnya yang ke-20.

Kata Sambutan Menggugah Dekan FKIP UNRAM


Setelah SK dibacakan dan kemudian nama-nama peserta yudisium diumumkan oleh Pembantu Dekan 1, tibalah waktunya kata sambutan akan disampaikan oleh orang nomor 1 di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNRAM, yakni Dr. H. Wildan, M. Pd.

Awalnya, gue kira kata sambutannya garing, standar, dan ga' mengena di hati para peserta yudisium. Namun, bagi gue, kata sambutan waktu itu cukup bernilai bagi para mahasiswa yang akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan.

Gaya bicara beliau yang tidak terkesan formal, itu yang gue suka. Dari indikator itu, gue akhirnya yakin ini konten pidato sepertinya akan keren. Setidaknya ga' bikin ngantuk!
Berikut kurang-lebih poin-poin dari kata sambutan beliau yang masih gue ingat, semoga bermanfaat:

1. Ini hanyalah awal dari realita yang akan Anda hadapi selanjutnya.

2. Anjloknya para Sarjana di kemudian hari adalah karena mereka merasa puas dengan ini (gelar sarjana) saja. Maka Anda wajib terus belajar!

3. Di NTB saja ada ratusan/ribuan (ini gue kurang ingat) sarjana yang masih dalam waiting list (daptar tunggu) pencari kerja. Kompetensi kalianlah yang menentukan.

4. Di kampus, kami hanya mengajarkan Anda secuil dari ilmu pengetahuan.

5. Orang sekarang banyak yang "NGOMONG TIDAK NGOMONG YANG PENTING." (serius, sampe sekarang gue ga' paham makna kalimat tsb.)

6. (ini yang paling menggugah) Ada 5 macam tipe orang di dunia ini:
-Ada orang tipe Sunnat, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat disukai, tidak ada pun tidak mengapa.

-Ada orang tipe Mubah, kehadiran dan tidak adanya di tengah-tengah masyarakat tidak mengurangi atau melengkapi esensi satu dengan yang lainnya.

-Ada tipe orang Haram, yang keberadaannya di tengah masyarakat menimbulkan mudharat dan persoalan-persoalan baru, dan ketidakhadirannya sangat disyukuri oleh orang.

-Makruh (tak ada penjelasan)

-Sedangkan Wajib, adalah tipe orang yang kehadirannya sangat ditunggu-tunggu dan menyenangkan. Ketidakhadirannya membuat gelisah dan ga' seru kalau tanpa dia, semua mendo'akan yang baik-baik baginya.

6. Makna yang terkandung dalam poin ke-5 adalah asas kebermanfaatan kita kepada orang lain.

7. Setidaknya bagaimana pun kondisi kita, jadilah orang mubah, sunnat, bahkan harus wajib. Kalo belum bisa memberikan manfaat kepada orang lain, setidaknya jangan merugikan orang lain. Jangan jadi orang Haram!

8. Dunia sekarang kacau balau, banyak orang pintar dan berpendidikan, tetapi nilai-nilai kejujuran, kesabaran, kesopanan, kerendah-hatian, sudah hilang dan luntur. Dunia membutuhkan orang-orang yang jujur dan amanah.

Demikianlah, poin yang masih gue ingat dari kata sambutan beliau kepada peserta yudisium. Moga aja bisa menjadi lecutan semangat melakukan hal-hal yang baik bagi yang akan meniti karir ke depan.

Senin, 28 Januari 2013

Cintai Bahasa Indonesia


"No matter when you can't speak English, but the problem is when you can't speak your mother tongue well."

"Tidak masalah Anda tidak bisa bahasa Inggris (pun bahasa luar lainnya), tapi yang jadi masalah adalah ketika Anda tidak bisa bahasa Anda sendiri (B. Indonesia) secara baik."

-Rahayu Saraswati di 'Talk Indonesia', Metro TV-

Kata-kata dari presenter Rahayu Saraswati tersebut cukup membuat saya terhentak saat menonton acara 'Talk Indonesia', sebuah acara berbahasa Inggris di Metro TV setiap hari minggu beberapa waktu yang lalu. Alih-alih ingin melatih listening, saya malah seperti disadari bahwa belajar bahasa sendiri lah yang harus lebih diutamakan. Betul, betul, betul. Itu lah kata hati saya.

Mempelajari bahasa-bahasa orang luar, kita sebut saja bahasa Internasional itu memang suatu yang tidak dilarang, diharamkan, bahkan bagi saya itu sangat perlu untuk kebutuhan informasi mungkin, akademik, bisnis, dakwah, dan karir. Namun, mempelajari bahasa Indonesia adalah suatu kewajiban bagi setiap anak bangsa negeri ini. Bahasa Indonesia yang baik tentunya.

Saya sendiri dari jurusan bahasa Inggris, namun tidak lantas itu menyurutkan kecintaan dan terkesan apatis terhadap bahasa bangsa saya sendiri, yakni bahasa Indonesia. Dengan belajar dan mempelajari bahasa Indonesia dengan baik harapan saya yang tertinggal dalam nilai akademik dengan teman-teman saya yang nilai Grammar-nya A, Translation-nya A, Research Analysis-nya A, Academic Writing-nya A, Speaking-nya A, dan lainnya bisa saya tambal alias tutupi dengan belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bukankah banyak cara untuk kita berprestasi?

Makin kekinian, anak-anak muda khususnya yang aktiv dalam ber-sosial interaksi di dunia maya seperti di situs jejaring sosial, mereka lebih suka dan terkesan trendi jika memosting status menggunakan bahasa asing dan nampak lebih bangga mempelajari bahasa asing. Sepertinya sering kita lihat hal seperti nampak di bawah ini:

Si A: "Guyz, have a nice weekend yo"

Si B: "Uh, susah nieh lingusitic!"

Si C: "Weleeh, gmn ya tugas translationku belon kelar2"

Si D: "Sociolinguistic. Puciiiiiiing"

Si E: "Hmmm walopun susah, v ttp semangaaaat bljar bahasa Jepang. Ganbate!”

Lihat keluhan orang akan mempelajari bahasa luar. Nampak keren sekali kalau sudah bersentuhan dengan bahasa-bahasa yang bisa menambah nilai statusnya.

Mempelajari bahasa memang tidak mudah. Nah, begitupun dengan bahasa Indonesia sendiri. Menyepelekan bahasa Indonesia? Sila Anda buat 2 paragraf saja tulisan bahasa Indonesia dengan topik kalimat "Jin Kelaparan Masal di hari Minggu." Sila dicoba!

Bagaimana? Menguras pikiran bukan? Ini belum ditambah kritikan lho!

Tapi itulah belajar. Jangankan Anda yang bukan sarjana bahasa Indonesia, yang dari jurusan bahasa Indonesia saja belum tentu bisa. Dan mirisnya, tidak sedikit juga dari mereka yang kurang aplikatif dalam mencintai bahasa Indonesia kalau kita lihat dari kecintaannya pada literasi sastra.

Tidak mengapa kalau kita dianggap tidak gaul, kampungan, tidak terpelajar hanya gara-gara tidak bisa berbahasa Inggris, Korea dan lainnya, namun sudah cukup membuat kita malu telak bila kita tidak bisa menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar.

Tidak perlu master untuk mempelajari bahasa bangsa lain, kalau EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) bahasa sendiri saja tidak becus. Bila berbangga dengan penguasaan bahasa Inggris atau pun bahasa lainnya, hapal tetek-bengek Grammar-nya, jago dalam lingustikanya, namun sayang bila kapan menaruh tanda 'Titik' dan 'Koma' dalam bahasanya sendiri saja masih amburadul. Yang lebih parah malah ada yang menulis postingan dan sms tanpa satu pun tanda baca.  Sepele, namun cukup memalukan! Jangan-jangan ini menandakan mereka benar-benar tidak peduli---bahasa halus tidak tahu.

Berbalik dengan kondisi anak muda Indonesia yang lebih mencintai bahasa asing, di luar negeri malah bahasa Indonesia sudah dimasukkan ke dalam kurikulum belajar mereka. Seperti apa yang sekarang dilakukan oleh banyak sekolah dan perguruan tinggi di Australia. Menurut dosen dari kampus saya belajar yang pernah menjadi dosen tamu untuk program mengajar bahasa Indonesia, bahasa Indonesia di sana merupakan pelajaran bahasa yang cukup diminati mahasiswa dari penutur asing. Jadi, mengapa harus minder dengan bahasa Indonesia?

Ini bagi saya sebagai pembelajaran bagi kita semua yang saat ini lebih pede memakai bahasa Inggris atau bahasa ngetren asing lainnya. Lebih-lebih di kalangan anak muda. Pembelajaran bahasa Indonesia memang harus digalakkan secara aktif dikalangan remaja supaya tumbuh rasa cintanya terhadap kekayaan khazanah budaya bahasa Indonesia.

Ayo belajar dan budayakan bahasa Indonesia!

"Kami putra-putri Indonesia, berbahasa satu, bahasa Indonesia."
(Bunyi butir ketiga Sumpah Pemuda).

Minggu, 29 Juli 2012

Yuk Mengenal Idiom Dalam Bahasa Inggris!

 Hi kawanz, sekarang kita coba untuk berbagi pengetahuan kepada semua kawanz. Hmmm, kita mungkin sering menemukan kata-kata dalam bahasa Inggris yang agak membingungkan gito. Dan ternyata setelah dicari di kamus eh ga’ ada juga atao ga’ nyambung. Nah kemungkinan kata-kata yang kawanz temukan itu adalah termasuk idiom. Idiom sendiri berarti gabungn dua kata atau lebih yang memiliki makna tersendiri. Berikut sedikit beberapa idiom yang bisa kami share buat kawanz. Here we are!

A good table: Hidangan istimewa.
Contoh: The restaurant give a good table to the visitors (restoran itu memberikan hidangan istimewa kepada para pengunjung).

A great deal of: Sangat banyak.
Contoh: They need a great deal of money to pay their debts (mereka membutuhkan sangat banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya).

A pig-headed: Keras kepala.

A snake in the grass: Musuh dalam selimut, bahaya yang tak diketahui.
Contoh: A snake in the grass is very dangerous for us, because we can’t see it (musuh dalam selimut sangat berbahaya bagi kita karena kita tidak dapat melihatnya.)


Back and belly: Seluruh tubuh bagian depan dan belakang.
Contoh: Their back and belly have soaked in the mud, they can’t move their body (seluruh tubuh mereka telah terendam lumpur, mereka sukar untuk menggerakkan tubuh mereka.)

Bad penny: Orang yang tidak disukai oleh orang lain.
Contoh: He doesn’t have any friends, because he is a bad penny. It’s caused his bad behavior (Dia tidak memiliki banyak teman karena dia adalah orang yang tidak disukai orang lain. Itu dikarenakan kelakuannya yang buruk.)

Beauty spot: Tahi lalat.

Big mouth: Pembual.
Contoh: Hi is a big mouth. He always boasts himself to somebody else (Dia adalah orang yang bermulut besar. Dia selalu membanggakan dirinya pada orang lain.)

But then: Akan tetapi.
Contoh: He have promised to leave his devilment, but then he have never promised to coincide its words (Dia telah berjanji untuk meninggalkan perbuatan jahatnya. Akan tetapi dia tidak pernah berjanji untuk menepati perkataannya.)

Cam a joke: Melucu, Melawak, bercerita dengan lucu.
Contoh: I see Sule cam a joke on overa van java, Trans 7 (saya melihat si Sule melucu/melawak di overa van java, Trans 7.)

Carry the wind: Mendongakkan kepala.

Cut one dead: Pura-pura tak kenal.
Contoh: Why you do cut one dead me when we meet that party? (mengapa kamu pura-pura tidak kenal saya ketika kita bertemu di pesta itu.)

Damn it all!: Persetan!

Die out: Hilang lenyap, tidak Nampak; berlalu; habis sama sekali.
Contoh: she have died out from my field (Dia telah hilang lenyap dari pandanganku)

Dilly-dally over: Membuang-buang waktu, bermalas-malasan.

Dog eat dog: Persaingan yang kejam dan tak kenal belas kasihan.

Dress up: Berdandan, berpakaian rapi.
Contoh: We have to dress up when we come to the party (Kita harus berpakaian rapi ketika kita dating ke pesta.)

Sekian dulu untuk seri belajar bahasa Inggris part I kali  ini.
We’re gonna publish these projects by without day. :)

Just wait! Bye-bye.

[Ref: Windy Novia. Kamus Idiom, Inggris-Indonesia: Wippress.]

Kamis, 26 Juli 2012

Gili Kijuk

Gili Kijuk

Not only Gili Trawangan, at Lombok Island there were many Gilis over there. One of them is Gili Kijuk. The Gili which only can encircle go through by 3 minutes, located in tip of South Lombok area, precisely in district of Sekotong.

This Gili does not sandy, because its boundary is fulfilled by stony. But, in between there are a little hill and entangle, these making it look beautifully and pretty well.

To defect to this Gili Kijuk, You needn't rent perahu or boat, because its shallow shore as high as adult calf. The distance from coast is around 200 meters.  Even also the water is very clear.

If you do not want to be fed up with Gili Kijuk, You needn't worry, because there are still 3 islands again behind this Gili Kijuk, like Gili Poh and another. Difference with Gili Kijuk, the Gilis behind Kijuk is wide and with white sand.

Silently, not dweller, and peacefully are equation from these consecutive islands. Become to you whom wish to feel silence, do not multitude, these islands can become interesting destination for your vacation.

Rabu, 25 Juli 2012

7 Beauty Tips That Instantly Make You Look Younge By Oleda

Some things we do take days…hours….weeks, even months, to help us appear younger looking. Then there are certain things some of us go out of our way to do to ourselves that make us look older. Here are some of those things and how to correct them:
1. Have An Oily or Shiny Face
There is so much said today about keeping the skin moist to keep it young…in fact I “preach” that, too. But, I have seen more and more women today “wearing” an oily or shiny face in public (luncheons, dinner parties, work) because they believe it will keep their skin young longer, and also, they think it looks good. Wrong. First of all you don’t need to wear a shiny face to make or keep your skin youthful. Secondly, A shiny face actually makes your face look older because the shine plays up the wrinkles or lines on the face. It exaggerates them. Any light on a shiny face (day or night) makes lines, wrinkles, or imperfections, more obvious and prominent. And…on top of everything else…there is nothing pretty about an oily looking face (when dressed) no matter how beautiful the face is.
Here is the answer
When dressing to go out of the house here’s how to keep your skin moist while wearing make-up, and make your skin appear younger, too. 1. Cleanse face and neck and use an astringent to remove all oils and any residual make-up. 2. Apply a good moisturizer. 3. Apply any make-up your normal way. 4. “Powder down” to blend makeup colors and “take off the shine.” Make sure you press the powder “down onto the skin” instead of “wiping” the powder across the skin. The powder actually locks in the moisture and helps protect and keep it from escaping during the day. This also helps to protect your skin from the sun’s rays. You now

Kamis, 08 Maret 2012

Krisis Militer Korea-Boyband?

Pemerintah Korea (Korut, Korsel), khususnya dari pihak pertahanan militer di kedua negara ginseng tersebut sedang kebingungan. Pasalnya, jumlah pasokan tentara mereka pada 2 tahun terakhir merosot tajam.
Anehnya hal ini dikait-kaitkan dengan apa yang kini tenar dengan sebutan 'Boyband'.

"Militer memang kini sedang kebingungan melihat pasokan sumber daya manusia kami dalam militer atau pun polisi sedang melesu dengan tajam" ujar menteri pertahanan Korea, Pok Pek Ngek.

"Penyebab utamanya adalah pemuda-pemuda kami lebih memilih menjadi boyband yang terkesan feminim. Kami sejujurnya malu, mengingat kami kemarin merupakan negara dengan militer yang cukup di perhitungkan" tukasnya.

Kini pemerintah Korea mencoba menggandeng para psikolog agar mendidik para pemudanya supaya kembali menjadi lelaki sejati seperti nenek moyang mereka dahulu.

"Jika program ini gagal, mau tidak mau kami akan mewajibkan militer seperti dulu" kata seorang psikolog yang kini bertugas di kamp militer dekat perbatasan Korsel-China.

Fenomena ini memang membuat pemerintah Korea gusar, apalagi kini negara-negara maju sedang akan melancarkan agresi militer terhadap negara-negara yang di anggap musuh.
"Kami prihatin melihat fenomena ini" ujar seorang warga Korea yang juga pelatih Tae Kwon Do.

Beda halnya dengan komentar dari warga Indonesia. "Hmmm, menurut aku seh ini pemerintah Korea lebay. Lebih cucok ko' pemuda Korea jadi boyband, secara mereka cakep-cakep gtoh" komentar seorang warga Indonesia yang sempat di wawancarai reporter Global Corner.

"Lebih baik gitu dah mas, jadi boyband aja tu mereka" tambah warga Indonesia ini, yang juga pengagum Ruben Onsu dan 'anu-anu'-nya.

(GC/Deki Zett)

Senin, 02 Januari 2012

"5 Pemuda Indonesia Paling Inspiratif"






Sering kali, dari pemuda ‘lah inspirasi-inspirasi mengagumkan muncul. Sebab, saat masih muda, gairah untuk melakukan segala sesuatu yang mengagumkan biasanya sedang memuncak. Apalagi, ditambah energi yang masih penuh. Sehingga, lahirlah banyak inspirasi, kecemerlangan dan karya yang mengagumkan dari pikiran dan tangan seorang pemuda. Berikut ini Redaksi Mizan.com menghimpun “5 Pemuda Paling Inspiratif Versi Mizan.com”.
Andrew Darwis, Pengusaha Muda Pendiri Kaskus. Ia lahir pada 20 Juli 1979. Kecemerlangannya dalam mengaktualisasikan gairah mudanya membawanya mendirikan komunitas online bernama “Kaskus” (Kasak Kusuk) pada tahun 1999. Dan kini, Kaskus telah menjadi komunitas online terbesar di Indonesia. Hingga saat ini Kaskus telah memiliki 3 juta member. Andrew sendiri menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia. Pada tahun 2009 lalu, Indosat menganugerahi Kaskus The Online Inspiring Award.
Raditya Dika, Penulis Muda Sukses. Nama lengkapnya Dika Angkasaputra Moerwani. Ia baru berumur 26 tahun. Namun, namanya begitu terkenal sebagai penulis buku-buku jenaka, namun inspiratif dan mengena bagi anak muda. Buku pertamanya yang berjudul “Kambing Jantan” ‘lah yang membuatnya begitu dikenal, khususnya di kalangan anak muda. Bukunya yang terbit pada 2005 itu laris manis di pasaran. Blog pribadinya yang merupakan sumber tulisan-tulisan di bukunya juga mendapat anugerah The Online Inspiring Award pada tahun 2009. Pada tahun 2009, Kambing Jantan difilmkan dengan judul Kambing Jantan The Movie. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia itu kini juga ‘dipinang’ oleh Metro TV untuk menjadi salah satu host dalam acara “Provocative Proactive”.

Selasa, 20 Desember 2011

"BEGUTU DI MASYARAKAT SASAK LOMBOK"

Bukan Gambarnya
Anda mungkin pernah melihat suatu tradisi atau kebiasaan unik disuatu daerah atau mungkin ditempat anda sendiri. Di Indonesia ini dengan keragaman suku, budaya dan lingkungan (environment) yang majemuk  tentunya hal-hal tersebut berpeluang untuk sering kita jumpai. Entah itu secara langsung ataupun tidak langsung. Nah, disini saya akan menceritakan sedikit salah satu kebiasaan unik di daerah saya, Lombok NTB yaitu begutu.
Bagi masyarakat suku sasak di lombok kebiasaan (tradisi) begutu ini merupakan hal yang menyenangkan. Begutu adalah dimana ada dua orang atau lebih saling mencarikan kutu dikepala, dan dengan “formasi” duduk berbanjar bertingkat-tingkat. Begutu biasa dilakukan kaum wanita terutama inaq-inaq/ibu-ibu di masyarakat kami, sambil ngobrol tentang hal apapun. Bagi kaum pria hal ini jarang dilakukan diantara kami. Namun sering juga para inaq-inaq di masyrakat kami meng-gutui anak laki-lakinya. Unik memang. “acara” begutu biasanya dilakukan jika sudah kedatangan kerabat dekat kerumah salah seorang kerabat yang lain atau dalam bahasa yang lain, bila sudah berkumpulnya para ibu-ibu. Mereka bisa melakukannya dimana saja, bisa di berugaq (tempat duduk-duduk sejenis lesehan khas lombok), di amben (teras) bahkan ditempat terbuka seperti halaman rumah.

Rabu, 23 November 2011

"Ketemu Bunda HTR"

Hi, kembali dengan catatan perjalanan bertemu dengan tokoh. Beberapa bulan kemarin saya telah bertemu dengan salah satu penulis skenario terbaik nasional, bapak Musfar Yasin. Nah untuk cerita kali ini, kembali kami (FLPers Mataram) bertatap muka, sharing ilmu, dan diberi suntikan motivasi oleh dan dengan salah satu sastrawati terbaik Indonesia, yakni beliau sering kita kenal dengan panggilan Bunda HTR (Helvy Tiana Rosa). Oke, saya ceritakan dulu deh sekilas profilnya HTR.
 Helvy Tiana Rosa adalah seorang Penulis, Novelis, dan seorang sastrawati nasianal Indonesia. Kiprahnya sudah diakui sampai mancanegara, dalam hal ini beliau pernah di tunjuk sebagai pembicara pada sebuah seminar sastra di Amerika, Mesir, Hongkong sana dan many more-lah. Beliau adalah pendiri Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah forum kesusasteraan yang sudah mendunia. Nah kebutalan pada saat ini saya juga gabung dengan forum ini. Beliau seorang sarjana sastra UI. Sayang karya beliau yang saya punya hanya “Menulis Bisa Bikin Kaya,” buku mini, ini pun pemberian dari ketua FLP. Sekarang beliau sedang dalam proses disertasi program doctoral. Buku karya beliau sudah banyak. Oiya, beliau ini seniornya kang Abik lho, atau Habiburrahman El-Shirazy itu lho penulis novel Ayat-Ayat Cinta. Pasti tahu kan? :)
Oke deh, begini ceritanya, Rabu 16 november kemarin di Lombok Plaza Hotel Mataram sedang berlangsung seminar sastra, dimana salah seorang panelisnya adalah Bunda Helvy Tiana Rossa. Acara ini kebutalan gawenya teman-teman dari Jurusan Bahasa Indonesia FKIP UNRAM dengan Dekanat.
Dan pada hari itu, ketua FLPers Mataram, berencana “menculik” Bunda HTR untuk temu muka dengan anggota FLP Mataram. Kan sayang, para anggota FLP tidak pernah tahu atau tatap muka langsung dengan pendiri forum mereka. Hikz, hikz. Namun sebenarnya ini diluar jadwal beliau. Untuk itulah kami berencana menculik beliau. Ketua FLP Mataram, pak Alimin S. Pd pun langsung menghubungi bunda HTR, dan Bunda HTR setuju untuk bertemu. Dan beliau bisa ketemu jam 4 sore dan harus di pantai yang langsung bisa lihat sunset-nya. Hmmm,,,
***
Aslm. Mhn kesiapannya semua untk pertmuan dg Mbk Helvy TR. Kita jempt beliau di hotel Lmbok Plaza jam 16.00, beliau mau ktemux di pantai. Ada refrensi pantai yg bisa lhat sunset dkat Mtr?. Beliau minta.

Rabu, 12 Oktober 2011

Analisa Perpolitikkan Indonesia Oleh Yang Bukan Pakar Politik

Suasana perpolitikan Indonesia makin kekinian makin kacau. Revolusi yang katanya mampu mengubah wajah perpolitikkan tanah air terbukti mandul. Politik yang berasaskan demokrasi yang konon katanya berpihak pada rakyat, namun kenyataannya malah makin melilit rakyat. Hal ini bisa dilihat di hampir setiap sektor; mulai dari eksekutif, yudikatif, dan legislatif semuanya kacau. Disini saya akan menyinggung sedikit perpolitikkan itu menurut pemahaman saya pribadi tanpa embel-embel teori para pakar politik.
 
Partai Politik dan Tujuannya

Tak pelak Indonesia adalah Negara dengan bilangan partai terbanyak. Bahkan mengalahkan Negara tempat faham demokratis itu sendiri muncul, Amerika Serikat, yang di Negara itu jumlah partai tidak lebih dari tiga saja. Begitpun dengan Negara-negara barat lainnya.

Indonesia dengan banyaknya tumbuh partai-partai mengindikasikan bahwa kita ini Negara dengan visi-misi berbeda walaupun semuanya tentu saja dengan tujuan yang sama, konon yakni supaya Indonesia makin baik. Kenapa bisa berbeda visi dan misi? Iyah bagaimana tidak, wong pikiran dalam masing-masing pendirinya berbeda.

Kerancuan Perpolitikan Kita (Eksekutif)

Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah iya jika satu pemerintahan akan berjalan dengan baik, demokratik, seimbang, transparansi, dan sejalan jika satu pemerintahan ini di menej oleh beragam orang dengan tunggangan partai berbeda? Silahkan di renungkan sejenak! Nah, kita sendiri tahu dalam kabinet pemerintahan kita di pimpin oleh presiden dengan menteri-menteri dari partai yang berbeda, yang kita sebut dengan koalisi/kontrak politik. Dimana presiden sebagai kepala Negara sekaligus juga menjadikan partainya menjadi partai ‘penguasa’ atas partai-partai yang lain. Jika jawabannya bisa, lalu kenapa antar sesama partai malah saling menjatuhkan saat kampanye atau saat-saat lainnya? Jangankan saat kampanye, saat sudah berkoalisi pun masih sempat terjadi perang dingin di antara mereka. Dan ini sangat lucu bagi saya dan orang-orang awam lainnya.