Rabu, 19 September 2012

Orang Tua Durhaka


Selama ini kita mungkin masih kuat tertanam persepsi kalimat “anak durhaka.” Benarkah anak saja yang durhaka? Apakah tidak ada orang tua yang durhaka kepada anaknya? Saya pribadi mengatakan ada! Iya ada.

Apa Anda masih buta dengan kemerosotan moral anak-anak muda, remaja, yang sekarang masih SD saja tingkahnya macam bandit terminal saja. Selain dari sisi moral, lihat juga dari sisi pendidikan dan sosial mereka. Mereka menjadi anak-anak yang tak terurus, ada yang menjadi anak jalanan. Sungguh, demi Tuhan ini bukanlah salah si anak, Andalah sebagai orang tua yang membuat mereka durhaka, atau dengan kata lainnya orang tua lah yang sebenarnya durhaka.

Apakah anak saja yang durhaka? Tidak!


Orang tua yang tidak memperhatikan kesehatan anaknya, adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan agama anaknya, adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang berkelahi di depan anak-anaknya adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anak-anaknya adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang mengumpat orang lain, mengumpat tetangga sebelah di depan anak-anaknya adalah mereka orang tua yang durhaka.

Orang tua yang terang-terangan mencontohkan perilaku licik di depan anak-anaknya, adalah orang tua durhaka.

Orang tua yang selalu mengoceh agar anak-anaknya agar menjadi orang mandiri, tapi kemanjaan yang tidak pada tempatnya selalu diberi kepada anaknya, adalah mereka orang tua durhaka.

Orang tua yang tidak bisa memberi penghargaan kepada anaknya walau anaknya hanya menang lomba makan krupuk, adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang tidak bisa memberi anaknya semangat, walau sekedar kata-kata pemanis, adalah mereka orang tua yang keras hatinya dan durhaka.

Orang tua yang tidak mau belajar jiwa seorang anak, bagaimana memahami antara anak yang masih kecil, remaja, baliqh, dewasa, mereka adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang memberi rezeki anak-anaknya dengan uang haram adalah mereka orang tua yang durhaka.

Orang tua yang menekan anaknya menjadi seorang pejabat, padahal ia tahu sendiri anaknya tidak ada jiwa kepemimpinan dan emosi yang pasif adalah orang tua yang durhaka.

Orang tua yang tidak pernah bisa memberikan pelukan atau sekedar usapan lembut di kepala anaknya, adalah orang tua dewasa.

Dan orang tua yang menyuruh anaknya masuk ke Surga, tapi mereka sendiri berjalan di atas rel menuju Neraka, adalah mereka orang tua yang durhaka, durhaka kepada anak-anaknya.

Lantas bagaimana anak tidak durhaka…?

:: Tidak perlu kecerdasan yang tinggi, mendaptarkan anak les disana-sini, kursus yang mahal-nahal, tidak perlu fasilitas serba ada dan mewah, tidak perlu pendidikan formal yang setinggi-tingginya, sebenarnya kasih sayang dan pemahaman kepada anak itulah yang bisa membuatnya menjadi orang sukses. Sukses yang tidak bohon-bohongan. Dan bisa tersenyum walau mereka diantara anak-anak yang bergelimpangan dengan kenyamanan fasilitas hidup.

Image. Google
Dengan tidak durhakanya orang tua, dengan ini sebenarnya sudah cukup membuat seorang anak jalanan bisa menatap masa depan lebih indah. Dengan ini sebenarnya bisa membuat seorang anak yatim merasa masih lengkap. Dengan ini sebenarnya mampu melebur depresi-nya, stres-nya, galau-nya, broken-nya, menyimpang-nya jalan seorang anak. Dengan ini sebenarnya mampu menciptakan keajaiban dalam kehidupan seorang anak. Dengan demikian suatu hari nanti, orang tua tersenyum, anak pun tersenyum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar