Kamis, 11 Agustus 2011

Resensi Novel "Ranah 3 Warna"


Judul               : Ranah 3 Warna
Penulis             : A. Fuadi
Tebal               : 473 halaman
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

            “Aku malu mengakui, tapi dalam hati aku mulai menyangsikan man jadda wajada yang selama ini aku percayai. Apakah memang kerja keras itu menghasilkan kesuksesan? Apa betul man jadda wajada itu hukum alam? Kenapa aku melihat orang tanpa kerja keras mendapat segala kemenangan? Tidak ushlah jauh-jauh. Aku lihat Randai temanku ini. Dia selalu bermandikan kemudahan. Dia dapat semua impiannya: sekolah di ITB, uang yang cukup, nilai kuliah yang tinggi. Bahan semakin hari nasibnya aku lihat semakin membaik. Sebaliknya, nasibku semakin hari semakin buruk!” (Alif). Inilah sedikit cuplikan dari buku kedua trilogi “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi. Setelah “Negeri 5 Menara”menjadi best seller tentunya sebagai sebuah novel berseri, kelanjutannya ditunggu-tunggu para penikmat novel.
            Sebelumnya dalam “Negeri 5 Menara” sebuah mantra sakti yang Alif dapatkan dari pondok madani begitu menjadi rujukan dalam menjalani hidup yakni man jadda wajad, nah, dalam novel yang satu ini menceriterakan bagaimana kehidupan Alif semasa tamat dari pondok Madani. Ternyata mantra man jadda wajada saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Ditengah kegalauan, keputusasaan, ia kembali terngiang, ada satu mantra lagi yang diajarkan di pondok Madani yaitu “man shabara zhafira, barang siapa yang bersabar maka ia beruntung”,  spirit-spirit dari pondok Madani inilah yang terus mengobarkan semangatnya demi menggapai impian-impiannya.
            Selalu dengan gaya bahasa yang santai dan kaya diksiA. Fuadi mampu membuat pembacanya terkadang menitikkan air mata sampai membuat kita senyam-senyum sendiri dengan celetukkan humor khasnya. Betul-betul petulangan yang menginpirasi dalam “Ranah 3 Warna” ini. Dimana ini Alif beranjak dari remaja ke dewasa. Bagaimana perjuangannya supaya tetap bisa kuliah, bagaimana ia mengejar mimpi-mimpinya hingga ke benua Amerika, dan mencoba mendapatkan cinta dari Raisa? Inilah novel yang bisa bersanding dengan si fenomenal “Laskar Pelangi”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar